Jumat, 02 Mei 2008

102. Abu Dzar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Pada suatu malam terbuka atap rumahku diMakkah, lalu turun Jibril, dan membelah dadaku, kemudian membasuhnya dengan air zamzam, kemudian ia membawa bejana emas yang penuh berisi hikmat dan iman lalu dituangkan kedalam dadaku, lalu ditutup kembali. Kemudian ia membimbing tanganku dan menaikkan aku kelangit dunia, dan ketika sampai dilangit sampai dilangit, Jibril berkata kepada penjagalah: Bukalah. Lalu ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Lalu ditanya: Apakah engkau bersama orang lain? Jawabnya: Ya, bersamaku Muhammad saw. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnuya: Ya. Ketika telah dibuka kami naik ke langit dunia tiba-tiba bertemu dengan orang yang duduk sedang dikanan kirinya sekumpulan orang, bila ia melihat kekanan tertawa, tetapi bila melihat kekiri menangis, maka ia menyambut: Marhaban ( selamat datang) nabi yang saleh, dan putra yang saleh. Aku bertanya kepada Jibril: Siapakah itu? Jawabnya: Itu Adam, yang dikanan ahli surga dan yang dikirinya ahli neraka, karena itu dia tertawa bila melihat kekanan, dan menangis bila melihat kekirinya. Kemudian dinaikkan ke langit kedua, dan minta buka pada penjaganya, dan dikatakan oleh penjaganya sebagaimana langit pertama, lalud ibuka. Anas r.a. berkata: Maka menyebut bahwa dilangit-langit itu telah bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, Ibrahim a.s. tetapi tidak dijelaskan tempa tmasing-masing, hanya menyebut bahwa Adam a.s. dilangit pertama dan Ibrahim di langit keenam.

Anas r.a. berkata: Ketika Jibril bersama Nabi Muhammad saw. berjumpa dengan Nabi Idris maka di sambut: Marhaban (selamat datang) nabi yang saleh dan saudara yang saleh. Lalu aku tanya? Siapakah ini? Jawabnya: Ini Idris, kemudian melalui Nabi Musa juga disambut: Marhaban Nbi yang saleh, dan aku bertanya: Siapakah ini? Jawab Jibril: Itu Musa, lalu melalui Isa juga menyambut selamat datang nabi yang saleh dan saudara yang saleh. Lalu aku bertanya: Siapakah itu? Jawab Jibril: Itu Isa a.s. Kemudian melalui Ibrahim juga menyambut Selamat datang nabi yang saleh dan putra yang saleh. Lalu aku bertanya: Siapakah itu? Jawab Jibril: itu Ibrahim a.s.

Kemudian aku dibawa naik sehingga ke atas mustawa, dimana aku mendengar suara kalam yang di catat di lauh mahfuzh. Maka Allah mewajibkan atas umatku lima pukuh kali salat. Lalu aku kembali membawa perintah kewajiban itu sehingga melalui Musa a.s., maka ia bertanya: Apakah yang diwajibkan Tuhan atas umatmu? Jawabku: Lima puluh kali shalat, langsung ia berkata: Kembalilah kepada Tuhan untuk minta keringanan, sebab umatmu takkan kuat melakukan itu,maka aku kembali kepada Tuhan minta keringanan dan diringankan setengahnya, tetapi Musa tetap berkata: Mintalah keringanan karena umatmu tidak akan kuat, maka kembali aku minta keringanan kepada Tuhan dan mendapat keringanan setengahnya, kemudian kepada Musa aku katakan telah mendapat keringanan setengahnya, tetapi Musa tetap menaganjurkan supaya minta keringanan karena umatmu tidak akan kuat melakukan itu, maka kembalilah aku minta keringanan kepada Tuhan, sehingga Allah befirman: Itu hanya lima kali dannilainya samadengan limapuluh, tidak akanberubah lagi putusanku maka aku kembali kepada Musa dan Musa tetap menganjurkan supaya minta keringanan, tetapi aku jawab bahwa aku malu kepada Tuhan. Kemudia aku dibawa ke sidratul muntaha yang diliputi oleh bernagai warna sehingga aku tidak dapat mengerti apakah itu. Kemudian aku dimasukkan surga, yang kubah-kubahnya terbuat dar imutiara dan tanahnya kasturi (misk).

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum ya akhi,
jika antum gak keberatan, dan supaya blog ini bisa bermanfaat, saya mengusulkan agar antum memberikan blog ini untuk saya kelola.

jika antum setuju, antum bisa hubungi saya di raksadipa@gmail.com

http://bukharimuslim.wordpress.com